Ujian Akhir Semester Mahasiswa FIP UMJ Gelar Bazar Makanan

Semarak Budaya Nusantara (Semardatara) dan Bazar Kewirausahaan jadi kemeriahan gelaran Ujian Akhir Semester Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) mata kuliah minat dan bakat serta kewirausahaan bertempat di Auditorium FIP UMJ, Kamis (22/06/2023).

Ketua pelaksana minat dan bakat Hanifah Nurul Fadhilah mahasiswa FIP UMJ mengatakan maksud diadakannya kegiatan pementasan acara ini sebagai kewajiban dari tugas akhir selain itu mahasiswa mempersembahkan seni dalam rangka melestarikan budaya di Indonesia seperti tari tradisional, lagu daerah, serta serial dongeng dari Sabang sampai Marauke.

Hal tersebut pun disampaikan oleh Wakil Dekan II Dr. Diah Andika Sari, M.Pd. terkait sejarah terbentuknya minat dan bakat di lingkungan FIP. Diah menyampaikan sebelumnya kegiatan minat dan bakat pada tahun 2013/2014 belum masuk kedalam mata kuliah FIP, namun seiring berjalannya waktu kemudian minat dan bakat dijadikan sebagai mata kuliah wajib untuk seluruh prodi FIP UMJ.

“Dengan adanya mata kuliah minat dan bakat ini tentu kami pimpinan fakultas berharap mahasiswa FIP memiliki soft skill yang dapat digunakan setelah menjadi alumni UMJ. Tidak hanya itu saja mahasiswa pun diharapkan dapat memberikan kontribusinya kepada FIP,” ungkap Diah.

Sejalan dengan itu, Dekan FIP UMJ Dr. Iswan, M.Si. mengatakan bahwa budaya nusantara yang terdapat di Indonesia perlu dilestarikan untuk menjaga kearifan lokal. Dengan kegiatan UAS mata kuliah minat dan bakat ini tentu Iswan berharap kepada mahasiswa calon guru dapat mensosialisasikan hasil belajarnya ke sekolah tempat mereka mengajar.

“Dapat dilihat dari budaya nusantara ini merupakan ujung tombak untuk dilestarikan maka perlu adanya sosialisasi melalui tenaga pendidik baik pada tingkat TK hingga SMA yang dapat disemarakkan kebudayaannya,” jelas Iswan.

Selain gelaran pentas seni, terdapat bazar mahasiswa sebagai bagian dari UAS mata kuliah kewirausahaan. Iswan menyampaikan bazar yang dilaksanakan oleh mahasiswa FIP ini sebagai bentuk dari wadah dalam menguatkan ekonomi umat.

Terlihat dari keputusan kemendikbudristek kurikulum tahun 1997, Iswan menjelaskan dimana semua Perguruan Tinggi wajib mengadakan mata kuliah kewirausahaan. Hal ini pun sejalan dengan panduan merdeka belajar-kampus merdeka tahun 2020 terkait research pada tahun 2019 sebanyak 69,1% milenial di Indonesia memiliki minat untuk berwirausaha.

“Disetiap fakultas pun ada mata kuliah kewirausahaan namun penamaannya saja yang berbeda seperti di FT (tekno preneurship), FISIP (social preneurship), dan FIP (teacher preneurship) yang memiliki mata kuliah kewirausahaan,” jelas Iswan.

Iswan berharap kepada mahasiswa FIP UMJ untuk memanfaatkan dengan baik fasilitas yang sudah diberikan oleh fakultas untuk menjembatani kelestarian budaya di Indonesia agar tetap terjaga dan tidak hilang dimakan usia.

Dinulil Zaman Mahasiswa semester 4 FIP UMJ pelaku bazar makanan kewirausahaan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tugas akhir semester untuk mata kuliah kewirausahaan. Namun, modal yang didapatkan semua berasal dari masing-masing kelompok dan keuntungannya pun akan kembali pada mereka sendiri.

“Bazar makanan kewirausahaan ini modalnya itu dari kita sendiri dan keuntungannya juga balik ke kita sendiri jadi fakultas hanya menyediakan fasilitas stand jualan dan tempat aja. Bersyukur juga karena FIP sudah kasih wadah untuk kita mahasiswa mengembangkan skill dalam berwirausaha,” ungkap Dinul.

Sebanyak 30 lebih stand bazar makan tersedia dalam memeriahkan semarak ujian akhir semester minat dan bakat mahasiswa FIP UMJ. Bazar makanan dan pentas seni pun dibuka sengaja untuk umum agar mahasiswa dari seluruh fakultas dapat menyaksikan dan merasakan suasana pentas tari, dongeng, serta nyanyian nusantara Indonesia.

Editor : Budiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *